Peranan seorang pemimpin merupakan kunci dalam menggerakkan anak buahnya untuk secara bersama-sama mewujudkan tujuan organisasi yang dipimpinnya. Seringkali pemimpin ditempatkan sebagai panutan yang memberikan panduan dan memberikan inspirasi bagi anak buahnya. Kondisi ini mengakibatkan pemimpin panutan perlu untuk melengkapi dan memperkuat ketrampilan, pengetahuan, dan sikap mereka. Tujuannya adalah agar kompetensi pemimpin secara berkesinambungan dapat memberikan citra positif kepada pihak yang dipimpin. Pola seperti ini adalah suatu kepantasan yang mendasar bagi seorang pemimpin.
Hal yang harus dipahami benar oleh seorang pemimpin adalah peran panutan bukanlah kondisi akhir yang ideal. Seorang pemimpin perlu bergerak menuju tingkat selanjutnya, yaitu pemimpin pendukung. Pada tahap ini, pemimpin tidak hanya melengkapi dan memperkuat dirinya sendiri, tetapi juga melakukan tindakan yang sama kepada anak buahnya. Dengan demikian, anak buah akan bertumbuh kembang sesuai dengan potensi mereka. Tentunya disamping kekhasan kemampuan calon-calon pemimpin masa depan ini, mereka tetap harus memenuhi kriteria dan mematuhi aturan yang berlaku di organisasi. Dengan pola berpikir dan bersikap menyiapkan pemimpin organisasi untuk masa depan, pemimpin pendukung perlu berbesar hati jika di antara anak buahnya akan menggantikannya. Pokok yang dipikirkan pemimpin adalah keberlangsungan organisasi, bukan citra pribadi semata. Dengan mengubah cara pandang dari pola pemimpin panutan menjadi pola pemimpin pendukung, berarti kualitas pemimpin masa depan bukanlah foto copy atau peniru dari pemimpin saat sekarang.
Kalau Anda sudah merasa mumpuni sebagai tipe pemimpin panutan, sudah saatnya Anda bergerak menuju tipe pemimpin pendukung.