Dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pada saat wawancara untuk melamar kerja, satu pertanyaan yang ampuh adalah: “mengapa kami perlu mempertimbangkan Anda sebagai calon pegawai untuk bekerja di perusahaan ini?” Tentunya jawaban dari pertanyaan ini tidaklah hanya ‘ya’ atau ‘tidak’. Untuk menjawab pertanyaan ini, kandidat perlu untuk mengetahui keunggulan dan keterbatasan dirinya, sehingga dirinya memiliki ‘nilai jual’ yang menarik. Permasalahannya, di budaya Indonesia ada anggapan bahwa menonjolkan diri adalah sesuatu yang tidak pantas untuk dilakukan, karena memberi kesan angkuh dan sombong. Pertanyaan pada wawancara tersebut sesungguhnya wajar diajukan, karena perusahaan ingin mengenal lebih jauh mengenai kandidat yang diwawancara.
Menakar diri adalah suatu hal yang perlu dipertimbangkan oleh tiap individu. Seseorang dapat lebih jernih menentukan tindakan apa yang akan dilakukan dan dikontribusikan dengan memanfaatkan keunggulan dirinya. Di sisi yang lain, keterbatasan diri dapat dikurangi dengan cara menyempurnakan diri, membuat keterbatasan tersebut terkompensasi dengan keunggulan yang dimiliki, atau dengan bekerjasama dengan orang lain yang memiliki keunggulan yang dapat menutupi keterbatasan tersebut. Rasa rendah diri seseorang cenderung akan memperkuat adanya keterbatasan diri dan memperlemah keunggulan diri yang dimiliki. Namun demikian, kalau seorang individu terlampau mengedepankan keunggulan dirinya, tentu yang ditangkap oleh pihak lain adalah kesan angkuh. Diperlukan penanganan yang seksama bagi individu untuk melakukan ‘tarik-ulur’ dalam menyampaikan dan merefleksikan keunggulan dirinya di hadapan orang lain.
Kesimpulannya, individu perlu menyadari keterbatasan dan kelebihan dirinya. Tidak ada makhluk yang sempurna, tapi tidak ada juga makhluk yang sama sekali tidak ada harapan. Oleh karena itu, coba cermati pribadi Anda, baik dengan melakukannya sendiri atau dengan menanyakan kepada orang lain yang kerap berinteraksi dengan Anda. Setelah mengetahui kelebihan dan keterbatasan diri, Anda perlu mengelola keduanya agar dapat terbentuk identitas diri yang positif di mata orang lain.