Pada suatu kesempatan makan malam, Andres Kutt yang menjabat sebagai chief evangelist Skype berbincang-bincang dengan orang yang duduk di sebelahnya. Pembicaraan tersebut seputar presentasi yang dilakukan oleh Kutt sebagai key speaker pada siang harinya di konferensi kewirausahaan yang diselenggarakan oleh EFMD dan Tallinn School of Economics and Business Administration. Kutt menyampaikan kalau awal mula Skype dipicu akan kebutuhan untuk berkomunikasi pada satu tim kerja. Skype yang dilangsir pada 2003, bermula dari Tallinn, ibu kota Estonia. Saat ini mereka telah berada di sepuluh lokasi utama di seluruh dunia, dimana masing-masing memiliki budaya yang sangat berbeda dengan budaya Estonia. Meskipun demikian, budaya Estonia merupakan budaya utama yang mempengaruhi organisasi Skype di seluruh dunia. Budaya kekeluargaan yang dianut, mengadung unsur kebersamaan, rasa percaya antar anggota yang tinggi, berorientasi sosial, dan berorientasi pada kegembiraan. Namun demikian, di sisi yang lain, budaya tersebut memiliki aturan yang tegas. Rancang budaya organisasi ini memang disengaja oleh para pendiri Skype, dengan tujuan untuk mendukung pendekatan problem secara praktis, sekaligus untuk menarik para talenta terbaik agar mau bergabung dengan organisasi ini. Hasil yang langsung dirasakan oleh Skype dengan membentuk budaya ini adalah tingginya tingkat inovasi di antara para pekerjanya. Kutt membagi menjadi dua bentuk inovasi: inovasi yang dipicu oleh pengguna (user) dan inovasi yang dipicu oleh pembuat (manufacturer). Pada inovasi pengguna, para pengembang inovasi berharap mendapatkan manfaat dengan cara menggunakan hasil inovasi tersebut. Sedangkan pada inovasi pembuat, para pengembang inovasi berharap memperoleh manfaat dengan cara menjualnya. Inovasi awal yang dilakukan oleh Skype adalah inovasi yang dipicu oleh pengguna.
Selepas berbagi mengenai Skype, Kutt menyampaikan pendapatnya mengenai social media yang semakin marak. Untuk orang yang dekat teknologi informatika, ternyata Kutt bukanlah pengguna social media yang aktif. Dia mengkhawatirkan usia dari social media, karena besar kemungkinan bentuk ini akan berganti dengan cepat mengikuti tren. Ditambahkan olehnya, Skype memilih untuk memecahkan masalah yang mendasar, dibandingkan dengan sesuatu yang artifisial. Skype memecahkan masalah yang mendasar dalam komunikasi, yaitu tingginya biaya komunikasi suara jarak jauh. Perlu dicatat, kalau Skype telah berhasil mengaplikasikan VOIP pada jaringan telepon selular. Kembali Kutt mengingatkan, kalau Skype memberikan solusi berbasiskan pada inovasi pengguna yang diperoleh manfaatnya jika digunakan.
Artikel 1 dari 3 artikel (artikel ini telah dimuat di Forum Prasetiya Mulya, 2011)