Bekerja secara multitasking

Istilah multitasking menunjukkan individu yang mengerjakan berbagai pekerjaan dalam waktu yang bersamaan. Tentunya bekerja dalam kondisi seperti ini tidaklah mudah, dan seringkali memberikan hasil yang tidak memuaskan. Hal ini terjadi karena terpecahnya fokus untuk mengerjakan lebih dari satu pekerjaan, sehingga tidak tercapainya kondisi optimal pada setiap pekerjaan. Meskipun penelitian membuktikan ada individu yang mampu melakukan multitasking dengan mudah, jumlah orang seperti ini tidaklah banyak.

Pada penelitian yang dilakukan oleh psikolog Donald Broadbent pada pilot pesawat tempur, dibuktikan kalau pilot hanya mampu memperhatikan jumlah sinyal secara terbatas. Mereka tidak mampu memperhatikan semua indikator yang ada di ruang kemudi pesawat. Berdasarkan temuan ini dibuktikan kalau perhatian pikiran dapat memperbesar atau memperkecil sinyal yang ditangkap oleh manusia. Karena keterbatasan rentang perhatian, setiap individu perlu mengenali batas perhatian yang dapat mereka akomodir. Dengan mengetahui batas tersebut, mereka dapat mengetahui seberapa banyak pekerjaan yang dapat mereka pegang dan kendalikan.

Lena Groeger menyarankan cara menghindari multitasking. Saran pertama adalah melatih diri untuk melakukan pekerjaan yang repetitif, sehingga menjadi sesuatu yang otomatis dan membebaskan diri untuk dapat mengalihkan perhatian ke hal yang lain. Cara yang lain adalah dengan mengalokasikan waktu untuk pekerjaan seperti membalas e-mail. Selain itu adalah dengan menonaktifkan hal-hal yang mengganggu konsentrasi, seperti lagu latar dengan lirik (karena ada kemungkinan kita akan ikut bernyanyi). Hal yang juga mesti diwaspadai adalah keterbatasan manusia untuk mencurahkan perhatian. Dalam keadaan terbaik, manusia dapat fokus secara intens sekitar 20 sampai 30 menit. Oleh karena itu disarankan untuk melakukan jeda setiap 30 menit.

Beberapa cara lain yang disarankan agar dapat melakukan multitasking adalah dengan menggunakan checklist harian untuk mengetahui jadwal harian secara lebih konkrit. Cara lain adalah dengan melakukan pengaturan ulang tempat kerja, sehingga tidak banyak gangguan. Misalnya, dengan bekerja menghadap tembok, dibandingkan menghadap ke pemandangan dengan memperhatikan orang lalu lalang. Cara terakhir yang disarankan agar menghindari multitasking adalah dengan mengatakan ‘tidak’, supaya tidak terjebak pada keterlibatan yang terlalu banyak.

Kerap kali kita sulit untuk menghindari bekerja secara multitasking. Oleh karena itu diperlukan suatu upaya diri untuk bekerja dengan lebih cerdas. Hal yang perlu ditanyakan kepada diri sendiri pada awal adalah penting tidaknya pekerjaan tersebut. Apakah pekerjaan tersebut harus dilakukan saat ini, apakah bisa ditunda, apakah tidak harus dilakukan, atau apakah dapat didelegasikan kepada orang lain. Dengan memilah-milah tingkat kepentingan pekerjaan, diharapkan individu dapat lebih fokus pada pekerjaan yang inti dan penting.

Published by Adhibaskara Consulting

Learning addict, World explorer, Lecturer

Leave a comment