Almarhum Steve Jobs dari Apple selain mewariskan produk-produk yang revolusioner, juga meninggalkan nilai-nilai luhur yang dapat ditiru individu dalam mengembangkan diri mereka. Seorang pelatih komunikasi bernama Carmine Gallo, mengidentifikasikan tujuh aturan yang mampu membebaskan “Steve Jobs” dari dalam diri kita, untuk meraih kesuksesan.
Lakukan apa yang kamu cintai, adalah aturan pertama kesuksesan. Jobs pernah mengatakan, “orang yang memiliki semangat dapat mengubah dunia menjadi lebih baik.” Mereka yang mengerjakan tugas dengan antusias, akan merasakan berkurangnya beban kerja yang mereka lakukan. Selain itu, tentunya mereka juga akan menjadi semakin ahli. Dengan demikian, mereka akan lebih besar peluangnya untuk sukses.

Jobs mempercayai kekuatan dari visi yang jauh ke depan. Aturan kesuksesan yang kedua adalah memiliki visi sebagai penentu arah bergerak dan aktifitas. Jangan cuma melihat dengan sudut pandang yang sempit, tapi coba definisikan visi dengan lebih luas. Pertanyaan yang relevan untuk karyawan NPN adalah, “apakah kita akan menghabiskan waktu hidup kita dengan menyediakan layanan pengamanan, ataukah kita akan mengubah dunia menjadi lebih baik?
Aturan ketiga adalah selalu mencoba untuk mengaitkan satu pengalaman dengan pengalaman lain. Setiap titik pengalaman akan memberikan manfaat dalam kehidupan seseorang. Jobs pernah belajar kaligrafi, yang awalnya tidak ada kaitannya dengan pekerjaannya. Ternyata, ketrampilan kaligrafi tersebut menjadi modalnya untuk membuat logo Apple dan memberikannya sudut pandang aestetis. Tidak heran kalau produk Apple sangat mengandalkan desain.
Perlunya berkata ‘tidak’ kepada banyak hal, merupakan aturan keempat. Intinya adalah mencoba untuk fokus melakukan hal-hal yang penting. Dengan demikian, kita harus mampu untuk mengeliminasi banyak hal berdasarkan tingkat kepentingan, sampai diperoleh jumlah yang masuk akal. Ketika Jobs kembali bekerja di Apple pada 1997, perusahaan tersebut memiliki 350 jenis produk. Dalam waktu dua tahun, Jobs menyusutkan menjadi hanya 10 jenis produk.
Menciptakan pengalaman yang berbeda bagi pelanggan atau klien, adalah aturan kesuksesan kelima. Mereka yang mendapatkan pengalaman berbeda ketika berinteraksi dengan individu atau organisasi, memiliki peluang untuk terhubung secara emosional. Ketika pengalaman dialami secara konsisten dari waktu ke waktu, hal ini dipercaya akan memperkaya hubungan emosional antara pelanggan dengan individu atau organisasi.
Kemampuan berkomunikasi menjadi aturan kesuksesan yang keenam. Diperlukan kemampuan untuk menyampaikan gagasan secara jelas. Jobs kerap melakukan cara komunikasi seperti pendongeng (storyteller). Dia tidak hanya sekedar melakukan presentasi, tapi dia adalah orang yang memiliki informasi, mendidik, memberikan inspirasi, sekaligus menyampaikannya secara menghibur.
Aturan sukses terakhir adalah kenali keinginan pelanggan. Jual mimpi kepada pelanggan, jangan menjual produk. Konsumen tidak membeli produk, tapi mewujudkan mimpi mereka. Pelanggan tidak peduli dengan produk, tapi mereka peduli dengan diri mereka, harapan mereka, dan ambisi mereka.