Sudah tidak kontekstual lagi bagi pemimpin di zaman yang serba cepat ini mengandalkan posisinya dengan sekedar memberikan perintah kepada anakbuahnya. Pemimpin perlu lebih bijak dalam menyikapi hubungan antara dirinya dengan anakbuahnya, dan akibat yang ditimbulkan terhadap organisasi tempatnya bertugas. Cakrawala pandang yang diperlukan tidak hanya terbatas pada pengerjaan tugas saat ini atau jangka yang menengah. Pemimpin yang visionaris akan melihat lebih jauh ke depan. Pada kondisi saat ini, salah satu keunggulan yang perlu dibangun bagi seorang pemimpin adalah menjadi pemimpin yang kreatif.
Navi Radjou mengusulkan lima karakter unggul seorang pemimpin yang kreatif. Pertama, pemimpin dibanding hanya memberikan perintah, lebih baik membimbing kelompok dan organisasinya ke arah sukses. Dengan cara seperti ini, pemimpin tidak hanya menggerakkan anakbuahnya, tetapi juga menumbuhkembangkan mereka. Hal yang perlu dipertimbangkan dalam memberi perintah adalah menyampaikan secara jelas kepada anakbuah mengenai apa manfaat yang akan mereka peroleh dengan menjalankan perintah tersebut.
Kedua, jangan hanya mengelola anakbuah, tapi buat mereka menjadi lebih mampu untuk melakukan tugas. Pemimpin bertugas membantu anakbuah agar mereka mampu menemukan langkah-langkah pengerjaan, pengalaman, dan mendapatkan solusi. Pada kondisi ini pemimpin hanya terbatas membimbing, bukan memerintahkan menggunakan satu metode baku. Anakbuah hanya diberikan panduan mengenai hasil akhir apa yang harus mereka raih, bagaimana cara untuk mencapai tujuan tersebut adalah ditentukan oleh anakbuah dengan bimbingan pemimpin.
Ketiga, rasa hormat seharusnya diberikan pemimpin kepada anakbuahnya, bukan justru pemimpin yang meminta dihormati anakbuahnya. Jika pemimpin memperlakukan anakbuah dengan hormat, dengan sendirinya rasa hormat ini akan diberikan kembali dari anakbuah kepada pemimpin. Pemberian rasa hormat ini membuat anakbuah lebih percaya diri dalam melaksanakan tugas mereka, dan kondisi ini akan membuat mereka lebih termotivasi untuk mencapai sasaran yang ditentukan.
Keempat, pemimpin harus mengetahui cara mengelola kondisi di saat anakbuah mencapai kesuksesan ataupun mengalami kegagalan. Pada kedua kondisi tersebut, pemimpin tetap memperlakukan anakbuah secara manusiawi. Ketika kesukesan diraih, ganjaran yang diberikan selain menghargai jerih payah untuk mencapai sasaran, sekaligus memacu anakbuah untuk semakin meningkatkan prestasinya. Jika kondisi yang terjadi adalah kegagalan, hukuman yang diberikan bukanlah berupa pematah semangat, namun harus mampu untuk memberikan motivasi. Tujuannya adalah agar anakbuah dapat bangkit dari kegagalan, mengambil pembelajaran dari kegagalan tersebut, dan menjadi lebih baik pada kesempatan berikutnya.
Kelima, tunjukkan kemurahhatian dalam memimpin anakbuah, jangan serakah. Pemimpin disarankan untuk rendah hati ketika meraih kesuksesan. Bahkan, jika memungkinkan berikan peluang kepada orang lain untuk bisa tampil sebagai bintang yang berkontribusi atas kesuksesan tersebut. Dengan demikian, pemimpin menghargai anak buahnya sebagai bagian dari kesuksesan yang diraihnya.
Boleh ♏¡η†α referensinya Ъќ ?
Boleh saja untuk referensinya. Untuk artikel Pemimpin Kreatif?