Pada kondisi yang nyata, tidak ada sesuatupun yang bersifat tetap. Setiap elemen dalam kehidupan saling mempengaruhi satu sama lain. Akibatnya, kita akan selalu menghadapi perubahan dalam hidup kita. Hal yang sama juga terjadi pada organisasi tempat kita bekerja. Untuk meminimalisir dampak atas perubahan, tindakan yang umum dilakukan organisasi adalah membuat peraturan sebagai panduan dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari. Namun, sejalan dengan waktu, perubahan dapat mengkondisikan organisasi untuk meninjau ulang peraturan dan melakukan penyesuaian. Perubahan yang dihadapi organisasi dapat bersumber dari eksternal (yang sulit dideteksi dengan dini), dari internal (yang relatif lebih mudah untuk dideteksi), ataupun dari keduanya.
Secara umum, manusia merasa tidak nyaman dengan perubahan. Kondisi yang sering disebut sebagai zona nyaman (comfort zone) membuat orang enggan untuk berubah. Mereka akan berubah ketika kondisi sudah sangat memaksa dan mereka tidak memiliki pilihan lain. Charles Darwin, yang dikenal sebagai pengemuka teori evolusi, mengatakan kalau makhluk yang akan bertahan adalah mereka yang mampu beradaptasi dengan lingkungan. Pendapat ini masih relevan hingga saat ini, dan berlaku juga untuk organisasi atau individu.
Terdapat tiga kategori tindakan dalam menghadapi perubahan: (1) berdiam diri, (2) beradaptasi sebagai respons terhadap perubahan, dan (3) antisipasi sebelum perubahan terjadi. Tidak ada tindakan yang mutlak benar dan mutlak salah, semuanya bersifat kontekstual. Mereka yang memilih untuk berdiam diri adalah dikarenakan mereka merasa perubahan akan mengacaukan kebiasaan yang sudah mereka lakukan secara teratur, dimana perubahan dianggap lebih merugikan dibandingkan memberikan manfaat. Keputusan untuk melakukan adaptasi disebabkan oleh tekanan lingkungan yang mengharuskan organisasi atau individu menanggapinya dalam bentuk penyelarasan cara pandang, sikap, tindakan, dan hal-hal lain yang terkait. Untuk mereka yang mengantisipasi perubahan di masa mendatang karena konsekuensi gejala di saat ini, mereka akan melakukan persiapan berupa penetapan skenario-skenario tindakan yang akan dilakukan jika terjadi perubahan. Skenario-skenario yang ditetapkan ini berdasarkan serangkaian asumsi-asumsi logis.
Karena perubahan selalu mempunyai peluang untuk terjadi, maka sensitifitas organisasi atau individu terhadap gejala yang ada di lingkungan perlu untuk dipertajam. Diperlukan kemampuan untuk memilah-milah gejala yang sedang berlangsung saat ini dan konsekuensinya di masa mendatang, sehingga dapat diambil kebijakan dan keputusan yang tepat dalam bertindak. Apakah kita akan berdiam diri, beradaptasi, atau melakukan antisipasi; berpulang seberapa tajam kita mengartikan gejala dan konsekuensinya, membangun asumsi-asumsi, dan memutuskan untuk melakukan suatu tindakan yang tepat.
-6.287339
106.796942